QUANTUM PUASA

Puasa merupakan salah satu ibadah yang tepenting dan punya kedudukan yang sangat tinggi dalam ajaran Islam, karena puasa termasuk satu dari lima tonggak yang memperkuat eksistensi keberagamaan seseorang. Oleh karena itu melaksanakan ibadah puasa sebagaimana yang telah menjadi konsensus (ijma’) para ulama hukumnya adalah wajib. Mengingkari hukum tersebut secara sadar dan serius bisa berimplikasi kepada murtad (keluar dari agama islam), sedangkan meninggalkannya secara sengaja tanpa ada alasan syar’i yang bisa diterima maka ia takkan bisa diganti dan dibayar meskipun seseorang berpuasa selama setahun. Begitulah kata Rasulullah SAW.

Sebagai sarana komunikasi rahasia antara Allah SWT dan hamba-Nya, maka ibadah puasa akan mampu membimbing manusia dalam membangun jiwa, memupuk sifat sabar dan jujur, mengasah kepekaan sosial, menyadarkan akan hak dan kewajiban, serta memberikan semangat kreatifitas yang tinggi di dalam membentuk sejarah kehidupan anak manusia. Itulah sebabnya ibadah puasa bukan hanya milik umat Islam hari ini saja, akan tetapi juga menjadi kewajiban umat-umat terdahulu. Bahkan dalam catatan sejarah puasa sudah menjadi rutinitas bagi berbagai etnis dan golongan dalam setiap generasi.

Bulan puasa adalah bulan penuh energi, karena turunnya Alquran adalah turunnya himpunan energi yang tidak ada batasnya. Jangan kita menelantarkan kesempatan ini, baik energi lahiriah, dan energi ilmiah, maupun energi spiritual-relegius. Inilah yang harus kita sadari bersama dalam ibadah puasa pada bulan Ramadan, yaitu menyadari adanya energi yang luar biasa besar, luas dan dalamnya, di dalam Alquran. Energi ini perlu kita gali kembali. Perlu kita himpun kembali untuk meningkatkan ketakwaan, keimanan dan keilmuwan serta keamalan kita.

* Puasa Sebagai Renungan Penuh Aktivitas

Merenungkan segala sesuatu pada bulan puasa bukan suatu pasivitas yang tertidur. Melainkan suatu aktivitas yang terbangun dan yang dengan sengaja kita bangkitkan untuk peningkatan energi kita. Apalagi bulan puasa dijanjikan oleh Tuhan sebagai bulan penuh rahmat dan ridho.

Dalam situasi yang objektif-baik demikian, mari kita meningkatkan secara subjektif daya-energi kita untuk mengatasi segala macam krisis yang sedang kita hadapi bersama, karena kelengahan dan kesalahan kita sendiri. Kita harus berani mengakui ini, bermotivasi mawas diri dan korektif seperti yang dianjurkan dalam ibadah puasa.

Sekali lagi, bulan puasa adalah bulan penuh energi, karena turunnya Alquran adalah turunnya himpunan energi yang tidak ada batasnya. Jangan kita menelantarkan kesempatan ini. Tuhan Yang Maha Kuasa dalam konsep Islami adalah sumber segala macam energi, baik energi spiritual-relegius, maupun energi rasional-ilmiah dan energi jasmaniah. Mendekatkan diri kepada Tuhan dalam bagian akhir bulan puasa dalam suasana Nurulul Quran dan Lailatul Qadar adalah menghimpun kembali dalam diri kita masing-masing energi itu, demi keselamatan kita bersama.

* Quantum Puasa Dalam Perspektif Fisika

Charlotte Shelton (1998 : 1) menjelaskan tentang pengertian Quantum. Dalam buku tersebut dituliskan sebagai berikut :

“The word quantum literally means “a quantity of something”, mechanics refers to “the study of motion”. Quantum mechanic is, therefore, the study of sub atomic particles in motion. It is however, erroneous to think of these subatomic particle as quantities of “something”. Subatomic particles are not material things, rather, they are probability tendencies-energy with potentiality. The energy, as the term mechanics implies, is never static. It is always in continous motion, uncceasingly changing from wave to particle and particle to wave, forming the atoms and molecules that subsequently create a material world. It is really quite amazing that those seemingly stable and stationary things we observe in the material world ore composed solely of energy”.

“Kata quantum dalam literatur berarti banyaknya sesuatu, secara mekanik berarti studi tentang gerakan”. Jadi mekanika kuantum adalah ilmu yang mempelajari tentang partikel-partikel sub atom yang bergerak. Namun demikian kekeliruan berpikir tentang partikel sub atom ini merupakan banyaknya benda. Partikel sub atom bukan merupakan kecenderungan energi dengan potensial. Energi sebagai implikasi dalam istilah mekanika tidak pernah statis. Energi selalu bergerak secara terus menerus, tidak pernah berhenti berubah dari gelombang menjadi partikel dan dari partikel menjadi gelombang, membentuk atom-atom dan molekul yang seterusnya membentuk dunia materi. Ini benar-benar hal yang menakjubkan yang terlihat stabil dan statis, apabila kita cermati ternyata dunia materi ini tersusun energi”.

Ramadhan sebagai bulan penuh energi karena memiliki banyak kelebihan dan hikmah yang besar bagi manusia baik secara lahiriah maupun bathiniah. Ibadah di bulan puasa dilipat-gandakan oleh Allah sehingga memungkinkn manusia untuk menambah potensi energi spiritual-relegiusnya yang mengakibatkan pacaran gelombang elektromagnetik dari diri (tubuh) manusia akan semakin kuat. Gelombang elektromagnetik tersebut adalah bentuk hasil dari meditasi yang dilakukan selama ibadah di bulan puasa.

Quantum adalah interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya ( Ary Nilandari 2005:5). Seluruh aktivitas yang dilakukan dengan ikhlas di bulan puasa akan mengubah energi lahiriah menjadi energi ilmiah. Inilah yang dimaksud dengan “quantum puasa”, yaitu interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Interaksi-interaksi tersebut meliputi dua aspek, yaitu jasmani dan rohani. Interaksi tersebut bisa dilakukan oleh manusia demi meningkatkan kualitas dirinya untuk meraih prestasi yang hakiki dalam bulan puasa yaitu menjadi insan yang bertakwa. Hal itu bisa diraih dengan memperbanyak amal baik secara vertikal maupun horizontal yaitu memperbanyak ibadah kepada Allah dan banyak berbuat baik antar sesama dan alam sekitarnya.

Allah telah menyediakan fasilitas yang banyak di bulan ramadhan agar manusia berlomba-lomba mendapatkan kekuatan atau energi yang optimal karena semua kehidupan adalah energi. Rumus fisika yang terkenal dalam fisika quantum adalah Massa kali kecepatan cahaya kuadrat sama dengan Energi. Dan ditulis sebagai E = mc2.

Tubuh manusia secara fisik adalah materi, sebagai hamba, tujuannya adalah untuk meraih sebanyak mungkin cahaya, interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energi cahaya. Wallahu A’lam...
Semoga bermanfaat.

(Oleh: Burhan)

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.