SUKSES TANPA BATAS

(Oleh: Burhan, S.Si)
Setiap orang memiliki potensi yang harus dikembangkan untuk meraih prestasi. Potensi tersebut merupakan anugerah Sang Pencipta yang tidak boleh disia-siakan agar dalam setiap langkah dan gerak kehidupan kita penuh makna dan manfaat bagi diri kita dan orang lain. Kesuksesan adalah buah dari prestasi, dengannya kita akan merasakan indahnya kehidupan ini serta kebahagiaan yang tiada henti.

Sukses adalah kata yang mudah diucapkan namun banyak orang yang tidak mengerti arti dari sukses yang sebenarnya. Orang dikatakan sukses jika ia telah mendapatkan apa yang ia harapkan atau telah berhasil mendapatkan sesuatu yang telah dicita-citakan namun pada hakekatnya sukses memiliki makna luas dan tidak hanya untuk orientasi jangka pendek (dunia) namun untuk jangka panjang yang orientasinya adalah untuk kehidupan akhirat.

Sesunggunya kita diciptakan adalah untuk bergerak bukan untuk diam, dalam arti kata bergerak untuk melakukan proses perubahan agar kita maju dan berkembang bukan sebaliknya kita diam tidak melakukan sesuatu apapun yang bermanfaat dan menjadi terbelakang. Orang yang cerdas akan memperbanyak aktifitas dan kreatifitas dengan harapan agar dapat meraih sukses tanpa batas dan ia memiliki keyakinan bahwa diatas langit ada langit dan diatas orang sukses pasti ada yang lebih sukses. Itulah sesunggunya makna dari sukses tanpa batas.

Setiap manusia perlu melatih diri untuk percaya diri karena prestasi tidak dapat diraih tanpa motivasi dan percaya diri. Optimis akan segala sesuatu akan membuat seseorang kuat dalam bekerja dan siap menghadapi tantangan masa depan karena setiap kebaikan yang kita lakukan pasti memiliki tantangan dan rintangan. Oleh karena itu penulis membuat sebuah kata motivasi yang memiliki makna mendalam bagi setiap usaha yang kita lakukan.
لاتتأوه لماذالوردة شائكة ولكن اشكرلأن لكل أشواك وردة، ولاتتأوه لماذانجاحنا يحتاج على تضحية، ولكن اشكرلأن تضحيتنا تندج النجاح
“Jangan kau mengeluh kenapa mawar itu berduri, tapi bersyukurlah karena duri itu bermawar dan jangan kau mengeluh kenapa kesuksesan itu membutuhkan pengorbanan, tapi bersyukurlah karena pengorbanah akan membuahkan kesuksesan”.

Sesungguhnya hidup ini butuh perjuangan, tiada perjuangan tanpa pengorbanan, tiada pengorbanan tanpa kesabaran dan tiada kesabaran tanpa keikhlasan dengan keikhlasan akan mengantarkan kita pada kesuksesan. Inilah sesungguhnya hakikat dari makna yang terkandung dalam Al-Qur’an surat Alam Nasyrah ayat 5-7:
“5. Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, 6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, 7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”.

Seseorang dapat meraih sukses tanpa batas dengan usaha dan kerja keras yang dihiasi dengan kesabaran dan keikhlasan. Terdapat banyak kisah yang dapat kita ambil hikmah dari perjuangan dan pengorbanan orang-orang terdahulu sehingga mereka dapat meraih sukses dan namanya dikenal banyak orang. Berikut adalah beberapa cara yang agar sukses tanpa batas dapat kita raih.

BANYAK MEMBACA

Membaca adalah kunci utama untuk meraih sukses. Dengan membaca seseorang akan mendapat banyak informasi dan pengetahuan, membaca juga menjadikan sesorang percaya diri dan berani. Membaca tidak hanya dalam tekstual tapi kontekstual. Sesorang tidak mungkin dapat meraih sukses tanpa belajar (membaca). Belajar adalah proses berubah secara konstan. Seorang dikatakan belajar jika ia mengalami sebuah proses perbaikan yang berkesinambungan dalam dirinya, baik secara berfikir, mentalitas, dan perilaku.” Kata “Iqra” yang ada dalam Al-Qur’an tidak hanya membaca dalam arti membaca teks (buku, majalah, internet, CD, danlain-lain), tatapi juga kontekstual (misalnya bermasyarakat, beroganisasi, berdakwah), sehingga dengan “Iqra” tersebut kita memperoleh pengetahuan (Knowledge).

Seorang ilmuwan bernama Archimedes, yang kemudian namanya diabadikan untuk mengingat hukum Archimedes telah menemukan sesuatu dari hasil membaca. Archimedes telah “membaca” air yang tumpah, ketika dirinya masuk ke dalam bath tub. Kemudian ia menelaah, meneliti, dan mempelajari hal itu secara sungguh-sungguh. Akhirnya dia berhasil “melihat” salah satu “ketentuan Tuhan” yaitu “Hukum Archimedes”. Suatu ketetapan milik Tuhan yang dilihat dan dibaca oleh Archimedes.

Itulah contoh asal-muasalnya suatu ilmu pengetahuan dan peradaban manusia yang dimulai dengan kata “Iqra’” atau “bacalah”. Hal ini juga terjadi akibat dari dorongan suara hati untuk ingin selalu mengetahui berbagai hal. Ini adalah dorongan sifat Allah Yang Maha Ilmu, yang bersemayam di setiap jiwa manusia, sebuah dorongan untuk belajar.

Bacalah contoh ini baik-baik: Misalnya sebuah pesawat ruang angkasa bernama “X” meluncur terbang meninggalkan bumi dengan kecepatan 100.000 km perdetik. Kecepatan diukur dari bumi. Pada saat bersamaan, sebuah pesawat antariksa “Y” lain, juga meluncur ke arah yang sama bersamaan dengan kecepatan lebih tinggi yaitu 180.000 kam perdetik. Pengukuran kecepatan juga dilakukan dari bumi. Berapa beda jaraknya? 80.000 km?… bukan! Ternyata setelah diamati, jawabannya adalah 100.000 kam! Bukan 80.000 kam seperti jawaban anda. Teori Einstein memperhitungkan, bahwa itulah kenyataannya.

Tak ada kekeliruan dari pengalaman ini. Menurut Albert Einstein, hasil kesimpulan tersebut adalah semata-mata akibat dari sifat dasar dari alamiah ruang dan waktu yang sudah bisa diperhitungkan lewat rumus awal komposisi kecepatannya.
Salah satu kesimpulan “teori relativitas Einstein” adalah benda dan energi berada dalam arti yang berimbang, dan berhubungan antara keduanya dirumuskan sebagai:
"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasanpasangan (berimbang) supaya kamu mengingat kebesaran Allah".

E, menujukkan energi, dan M, menunjukkan massa atau benda, sedangkan c, merupakan kecepatan cahaya. Karena c sama dengan 180.000 kam perdetik, dengan sendirinya c (cxc) = (180.000 x 180.000) akan menghasilkan energi yang tak terperikan! Dengan demikian berarti, meskipun pengubah sebagian kecil dari massa atom di dalam molekul akan mengeluarkan jumlah energi yang luar biasa besarnya. Teori ini dibuktikan ketika bom atom meluluh-lantakan Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945.
Einstein, dalam hal ini telah “membaca” hukum keseimbangan alam antara massa dan energi yang dirumuskan sebagai E = M.c. Di sini kadang orang tersesat dengan mengatakan bahwa Albert Einstein adalah yang “menemukan” energi teori Atom. Menurut pandangan penulis, Einstein memang telah mampu membaca menela’ah, mendalami, meneliti, dan menyampaikan, atau melakukan “Iqra’”, terhadap ketepan-ketetapan alam ciptaan Allah yang Maha Ilmu, namun tetaplah Dia Yang Maha Kuat yang memiliki kekuatan itu, bukan Einstein.

BANYAK MENDENGAR

Sesorang tidak cukup hanya dengan membaca untuk dapat meraih sukses akan tetapi mendengar sangatlah penting untuk diperhatikan. Saya ingin berbagi kisah dan cerita dari pengalaman yang penulis dapatkan sejak kuliah di perguruan tinggi. Ada seorang teman sekelas bernama Moh. Dzohri anak lombok yang hari-harinya sibuk dengan organisasi sehingga dia jarang belajar di asrama tapi nilai IPK yang ia peroleh sangat tinggi bahkan dia menjadi wisudawan terbaik. Saya bertanya kepadanya, bagaimana cara belajar sehingga ia selalu benar dalam menjawab soal-soal yang diberikan dosen dan bahkan dia pandai berbicar. Dengan tersenyum ia mengatakan, saya hanya memanfaatkan waktu saat di kelas dan saya mewajibkan duduk di bangku depan karena hal itu membuat saya konsentrasi dan saya berusaha agar saya tidak ketinggalan satu katapun yang diterangkan oleh dosen dan saya memahaminya dengan baik.

Mendengar adalah salah satu cara terbaik selain membaca agar kita dapat memperoleh banyak informasi dan pengetahuan dan Allah berfirman dalam hadits qudsi:
"Seorang hamba akan mendekatkan diri kepada-Ku, hingga Aku mencintainya, dan bila Aku mencintainya, menjadilah pendengaran-Ku yang digunakannya untuk mendengar, penglihatan-Ku yang digunakan untuk melihat, tangan-Ku yang digunakannya untuk bertindak, serta kaki-Ku yang digunakannya untuk berjalan." (Hadits Qudsi)

Allah akan senantiasa memimbing orang-orang yang mempergunakan telinga yang diberikan-Nya kejalan yang benar dan Allah akan memberikan pengetahuan yang luas baginya. Tanyakanlah kepada orang-orang yang sudah berhasil, apa yang paling berkesan dari perjalanan hidup mereka? Apakah mereka akan menceritakan keterkesanan mereka pada sisi jumlah atau kuantitas kekayaan dan kebendaan mereka? Atau mereka akan bercerita tentang bagaimana mereka menikmati kekayaan mereka? Ataukah mereka lebih suka bercerita tentang penjalanan panjang perjuangan mereka yang sangat berat untuk mencapai impian mereka? Kemudian Anda sebagai pendengar, kira-kira kisah manakah yang paling membuat Anda tertarik untuk mendengarkan? Apakah Anda akan bertanya padanya tentang jumlah uang dan fasilitas yang dimiliki oleh mereka? Atau Anda akan bertanya tentang kisah perjuangan mereka yang begitu keras meraih apa yang mereka impikan? Saya yakin dan percaya, baik yang bercerita maupun yang mendengarkan cerita, tentu lebih menyukai kisah perjalanan yang penuh suka dan duka menuju cita-cita, ketimbang mendengar cerita tentang uang serta bagaimana menikmati kilauan harta dan kemewahan yang diraih oleh mereka dengan penuh perjuangan itu. Kecuali untuk para OKB (Orang Kaya Baru), hal tersebut mungkin tidak akan berlaku.
Succsess is not a destination but a journey, sukses bukanlah sebuah tujuan tetapi merupakan perjalanan itu sendiri. Kita akan medapat informasi dan motivasi dengan mendengar sehingga kita bisa mengikuti jejak dan langkah mereka dalam menuju sukses.

BANYAK BERTANYA

Saya ingin mengawali hal ini dengan sebuah kisah teman saya yang latar belakang ekonominya kurang tapi dengan semangat dan perjuangnnya telah membuat ia sukses. Salah seorang teman saya yang juga pernah menjadi sekretaris saya di kepengurusan Ma’had UIN jurusan Matematika, fakultas Sains dan teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hari sabtu besok tanggal 14 Mei 2010 akan wisuda dan dia telah menyelesaikan tugas akhirnya (skripsi) dan ditulis dengan tiga bahasa (Arab-English dan Indonesia) sehingga ia mendapatkan beasiswa S-2 atas rekomendasi Rektor.

M. Nafi’ Jauhari Ulinnuha adalah sahabat saya yang selalu memberi motivasi agar saya memiliki cita-cita sukses tanpa batas. Ia selalu mengatakan pada saya bahwa dia ingin sukses tanpa batas. Saya bertanya kepadanya apa cita-citanya? dia hanya mengatakan cita-cita saya adalah sukses tanpa batas dan ingin menguasai dunia dengan empat hal dan saat ini dia telah menguasainya dengan sempurna:
1. Menguasai bahasa inggris,
2. Menguasai Bahasa Arab dan kitab kuning,
3. Menguasai Matematika dan
4. menguasai Teknik Informatika

Saya sangat salut dengan perjuangannya selama ini. Saya bertanya kepadanya apa yang telah ia lakukan selama ini sehingga ia bisa menguasai empat hal diatas, dia bilang kalau dia selalu belajar sesuatu yang baru, ia tidur sehari tidak lebih dari 5 jam dan tiap waktu dia selalu membaca buku dan mendatangi orang-orang pandai untuk bertanya. Ia belajar Nahwu pada Kiyai serta belajar bahasa inggris, komputer dan Matematika pada dosen dan teman-temannya yang dianggap lebih mampu, dia memperbanyak silaturrahim dengan tujuan bertanya segala sesuatu yang tidak diketauinya sehingga dengan hal itu dia menjadi menguasai dalam segala hal. Berbekal banyak bertanya maka dia saat ini telah sukses dalam beberapa hal.

Itulah salah satu contoh pengorbanan dan perjuangan yang dapat mengantarkan seseorang menuju kesuksesan. Sesuatu yang kita baca dan apa yang kita dengar, jika kita tidak tau bertanyalah karena dengan bertanya kita akan dapat ilmu pengetahuan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,”

Ayat diatas sangatlah jelas bahwa ketidaktahuan sesorang dalam sesuatu maka hendaklah ia bertanya kepada orang yang berilmu.

BELAJAR DARI PENGALAMAN DAN MEMILIH LINGKUNGAN BAIK

Pemikiran setiap orang sangat dipengaruhi oleh pengalaman pribadi. Sehingga ia tidak bisa lagi melihat dan menilai sesuatu secara obyektif, apalagi pengalaman atau budaya tersebut dimiliki secara kolektif, maka suatu pemikiran suatu paham. Contohnya, kejadian Nicolaus Copernicus, Kepler dan Galileo Galilei yang dihukum dan ditentang karena menemukan teori “Matahari-Sentris”.

Pengalaman kehidupan dan lingkungan akan sangat mempengaruhi cara berpikir seseorang yang berakibat pada terciptanya sosok manusia hasil pembentukan lingkungan sosialnya. Bisa dibayangkan apabila ia berada pada lingkungan sosial yang buruk, maka ia pun akan menjadi seseorang seperti lingkungan itu. Sebagai contoh, seorang anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang (acceptance) dan keakraban dalam lingkungan keluarga, ia akan belajar hidup penuh dengan cinta dan bersahabat. Berbeda dengan lingkungan yang penuh celaan, hinaan, permusuhan, yang hanya akan menghasilkan manusia-manusia dengan pribadi labil dan kurang bermoral. Dalam suatu hadits pun dijelaskan tentang perumpamaan kawan yang baik dan buruk:
"Bagaikan pembawa misik (kasturi), dengan peniup api tukang besi, maka yang membawa misik, adakalanya memberimu atau anda membeli padanya, atau mendapat bau harusm darinya. Adapun peniup api tukang besi, jika tidak membakar bajumu, atau anda mendapat abau busuk daripadanya." (H.R. Bukhari dan Muslim)

Pengalaman-pengalaman hidup, kejadian-kejadian yang dialami juga sangat berperan dalam menciptakan pemikiran seseorang, sehingga membentuk suatu “paradigma” yang melekat di dalam pikirannya. Seringkali paradigma itu dijadikan sebagai suatu “kaca mata” dan sebuah tolok ukur bagi dirinya sendiri, atau untuk menilai lingkungannya. Hal ini jelas akan sangat merugikan dirinya sendiri atau bahkan orang lain. Ini akan sangat membatasi cakrawala berpikir, akibatnya ia akan melihat segala sesuatu secara sangat subyektif, ia akan menilai segalanya berdasarkan “frame” berpikirannya sendiri, atau melihat berdasarkan bayangan ciptaannya sendiri, bukan melihat sesuatu secara riil dan obyektif. Ia akan menjadi produk dari pikirannya. Ia akan terkungkung oleh dirinya sendiri. Kadang ia tidak menyadari sama sekali bahwa alam pikirannya itu sudah begitu terbelenggu.

Prinsip yang benarlah yang akan melindungi diri kita dari pengaruh pengalaman hidup, bukan “proaktif”, karena proaktif barulah sebuah metode untuk melihat sesuatu secara berbeda. Melihat sesuatu secara proaktif tanpa dilandasi suatu prinsip yang benar, hanya akan menjebloskan diri kita pada paradigma keliru lainnya, yang tidak kalah menyesatkan.
Kesimpulan dari apa yang penulis paparkan, bahwa kesuksesan selalu ada mulanya, tetapi tidak akan pernah ada kata akhir untuk berjuang. Kesuksesan akan terus bergerak dan menjangkau setiap sendi-sendi kehidupan. Terus berjuang untuk meraih kesuksesan dan jadilah yang terdepan yang siap menghadapi tantangan masa depan. Sukses tanpa batas bukanlah sukses hanya dalam satu harapan tapi sukses yang dapat meraih banyak hapan dan cita-cita.

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.