Humor Sandal Menjadi Ciuman

Setelah sholat di Musholah sebelah rumah, Pak Haji kebingunan mencari sandalnya. Lalu datanglah Udin anak muda yang sering ikut acara di Mushollah.
"Ada apa Pak Haji?"  "Sandal ane hilang!'
"Oh, tadi diambil Lely anak Pak Haji, biar saya ambilin ya Pak Haji."

"Oh ya, tolong. Makasih ya, Din" Segeralah Udin ke rumah pak haji di sebelah dan menemui Lely yang sejak tadi ada di teras.

"Asalamu alaikum, Lely!"
"Wa alaikum salam. Ada apa, Din?" 

"Lely, mungkin kamu gak percaya, tapi tadi pak haji bilang, saya disuruh cium pipi kamu!" 
"Mana mungkin babe bilang begitu, enak aja!" 

"Ya udah kalau gak percaya" Lalu Udin berteriak ke arah musholah. "Pak Haji, gak dikasih sama Lely..." "Lely...ayo kasih, cepetan..." teriak Pak Haji dengan nada agak marah. 

Mendengar ayahnya kelihatan serius, Lely percaya saja, pasti ada alasannya. Setelah mencium pipi kanan, Udin bilang lagi. 
"Lely, kata Pak Haji harus pipi kanan dan kiri, jadi pipi kiri juga harus dicium" 
"Kok aneh si babe?" pikir Lely. 
"Ya udah kalo gak percaya!." Lalu Udin berteriak lagi ke arah musholah. "Pak Haji, cuma dikasih sebelah sama Lely..." 
"Lely... buruan kasih, jangan cuma sebelah, kasih dua-duanya ..." teriak Pak Haji dengan nada lebih tinggi. 

Mendengar ayahnya semakin marah, Lely jadi percaya saja. Udin berhasil mencium pipi dan kanan Lely. Recana yang dipikirkan berbulan-bulan ternyata berjalan lancar. Udin segera kembali ke musholah dan memberikan sandal yang sejak tadi disembunyikannya. 

HIKMAH: 

Kisah ini terlihat konyol tapi sebenarnya itu mewakili kehidupan kita saat ini. Dunia saat ini penuh dengan manipulasi. Udin berhasil memanipulasi kepercayaan. Ia memanipulasi kepercayaan Pak haji kepadanya. Ia memanipulasi kepercayaan Lely pada ayahnya dan ia mendapatkan keuntungan dari manipulasi yang ia lakukan. 

Kenapa tokohnya Udin? Udin sebenarnya nama baik berasal dari kata Addin (Agama), tapi justru disitu masalahnya. Orang yang memanipulasi kita di dunia nyata justru tidak tampil bertato, gondrong, berotot atau membawa senjata. Orang yang akan memanipulasi kita mungkin ada yang berpeci, bersorban dan terlihat alim. Ada juga yang berdasi, bermobil dan bertutur kata baik. 

Ada juga yang berwujud caleg atau politisi. Ada yang menipu dengan pendekatan investasi, kerja sama bisnis atau pendekatan lain yang terlihat hebat. Mereka datang seolah datang sebagai dewa penolong yang ingin menolong kita yang sedang dalam keadaan lemah. Karena itu jangan mudah percaya, jangan mudah terpedaya. 

Apa yang membuat Lely terpedaya? Lely sebenarnya adalah korban salah ketaatan. Banyak orang tua yang mendidik anaknya untuk patuh pada orang tua, padahal inti taat bukan itu. Anak harus patuh pada orang tua karena orang tua mengajak pada kebaikan dan kebenaran, jadi sebenarnya yang harus dipatuhi anak adalah kebaikannya dan kebenarannya dengan ikhlas mengharap ridha-Nya. Itulah taat yang sebenarnya. 

Jika anak dilatih patuh pada kebenaran, maka ia diberi kebebasan untuk menentang atau mengkritik orang tua ketika orang tua bertindak tidak benar. Ini ideal, tapi banyak orang tua yang tidak mau sepenuhnya terbuka menerima kritik. 

Hasilnya seperti Lely, ia tahu itu salah, ia sadar ada yang aneh, tapi karena takut atau percaya buta pada orang tua ia menjadi korban manipulasi. Nah kini saatnya kita menyiapkan diri untuk tidak jadi korban manipulasi orang lain atau lembaga apapun. Kita juga harus tahu cara berpikir orang jahat atau manipulator. Dan kita juga harus menyiapkan anak-anak kita agar tidak menjadi korban. Dunia ini tidak sempurna, itu kenyataaannya. Plilihannya mengambil segala kebaikan dan menghindari segala kekejaman dunia, atau terbawa arus menjadi korbannya. 

SEMOGA BERMANFAAT. . :) 

Janganlah kamu ternkena manipulasi dr orang lain , , orang yg berpakain rapi , , cakep , , blom tentun hatinya bagus . .
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.

Lela duduk dengan kepala tertunduk di depan orang tuanya, ia baru saja memberi pengakuan bahwa ia tengah mengandung.

Ibunya sangat marah, “siapa si brengsek yang berani melakukan itu padamu….?!

” Lela dengan ketakutan menelepon pacarnya, tak lama kemudian datanglah sebuah mobil sport merk terkenal berhenti didepan rumahnya, seorang pria mengenakan setelan jas mahal turun dari mobilnya, ia menemui orang tua Lela dan berkata

“Lela menelepon saya mengenai masalah kehamilannya, saya minta maaf belum bisa menikahinya sekarang, tapi jangan khawatir saya akan bertanggung jawab, saya akan membiayainya seumur hidupnya, juga kalau bayinya sudah lahir, saya akan memberikan rumah, toko, pabrik, dan deposito di bank, tapi kalau Lela mengalami keguguran, apa yang bapak dan ibu berharap saya lakukan?

semua mendadak terdiam, sang bapak yang dari tadi belum mengeluarkan sepatah kata pun berdiri, ia mendekati sang pria itu, sambil menepuk pelan pundaknya sang bapak berkata “kamu boleh mencobanya sekali lagi,,,,,,,,,,,,,” 

Catatan: 

"Harta memang menyilaukan, sampai kerap membuat orang lupa daratan, lupa etika, lupa moral, seolah apapun dapat terbeli dengan uang, terjawab dengan materi. Relasi pernikahan yang semata didasarkan pada materi adalah relasi yang timpang. Pernikahan merupakan gabungan antara cinta kasih, tanggung jawab dan komitmen"
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.